Hubungan Efek Rumah Kaca, Pemanasan Global dan Perubahan Iklim

Secara umum iklim sebagai hasil interaksi proses-proses fisik dan kimiafisik parameternya, seperti suhu, kelembaban, angin, dan pola curah hujan yang terjadi   pada suatu tempat di muka bumi. Untuk mengetahui kondisi iklim suatu tempat, menurut ukuran internasional diperlukan nilai rata-rata parameternya selama kurang lebih 30 tahun. Iklim muncul akibat dari pemerataan energi bumi yang tidak tetap dengan adanya perputaran/revolusi bumi mengelilingi matahari selama kurang lebih 365 hari serta rotasi bumi selama 24 jam. Hal tersebut menyebabkan radiasi matahari yang diterima berubah tergantung lokasi dan posisi geografi suatu daerah.  Daerah yang berada di posisi sekitar 23,5 Lintang Utara – 23,5 Lintang Selatan, merupakan daerah tropis yang konsentrasi energi suryanya surplus dari radiasi matahari yang diterima setiap tahunnya Baca entri selengkapnya »

Registrasi Peta di ArcView Menggunakan Extension Register and Transform tool

Registrasi peta merupakan langkah awal dalam pemasukan data di ArcView. Sebelum proses digitasi, peta harus diregistrasi dulu utk menyamakan koordinat peta hasil scan dengan koordinat bumi sebenarnya. Proses ini biasa disebut koreksi geometric. Di ArcView ada beberapa cara utk meregistrasi peta, seperti memanfaatkan Extensions Register and Transform tool dan Extensions Spasial Anayst. Disini saya akan coba membagi pengalaman saya dalam meregistrasi peta menggunkana extensions Register and Transform tool.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengaktivkan extension ini dan extensions JPGE (JFIF) Image Support dengan memilih menu file à extensions. Setelah itu di menu view akan muncul sub menu register and tranform sprt gambar di bawah. Selanjutnya panggil peta yg akan di register dalam bntuk *.JPG, atau *.TIFF Baca entri selengkapnya »

Vegetation Index

Indeks vegetasi merupakan nilai yang diperoleh dari gabungan beberapa spektral band spesifik dari citra penginderaan jauh. Gelombang indeks vegetasi diperoleh dari energi yang dipancarkan oleh vegetasi pada citra penginderaan jauh untuk menunjukkan ukuran kehidupan dan jumlah dari suatu tanaman. Tanaman memancarkan dan menyerap gelombang yang unik sehingga keadan ini dapat di hubungakan dengan pancaran gelombang dari objek-objek yang lain sehingga dapat di bedakan antara vegetasi dan objek selain vegetasi (Horning, 2004).

Tanaman hidup menyerap gelombang tampak (visible) biru dan merah serta memantulkan gelombang hijau, oleh karena itulah kenapa mata manusia melihat daun-daun tanaman yang hidup adalah berwarna hijau. Akan tetapi ada satu jenis gelombang lain yang juga di pantulkan oleh tanaman selain gelombang hijau, akan tetapi gelombang ini tidak dapat di lihat oleh mata (invisible), gelombang ini adalah gelombang infra merah dekat (CCRS, 2007). Baca entri selengkapnya »

PENYEBAB VARIABILITAS HUJAN DI INDONESIA

Proses terjadinya cuaca dan iklim merupakan kombinasi dari variabel-variabel atmosfer yang sama yang disebut unsur-unsur iklim. Unsur-unsur iklim ini terdiri dari radiasi surya, suhu udara, kelembaban udara, awan, presipitasi, evaporasi, tekanan udara dan angin. Unsur-unsur ini berbeda dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat yang disebabkan oleh adanya pengendali-pengendali iklim (Anonim, ? ). Pengendali iklim atau faktor yang dominan menentukan perbedaan iklim antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain menurut Lakitan (2002) adalah (1) posisi relatif terhadap garis edar matahari (posisi lintang), (2) keberadaan lautan atau permukaan airnya, (3) pola arah angin, (4) rupa permukaan daratan bumi, dan (5) kerapatan dan jenis vegetasi. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Klimatologi. 6 Komentar »

Faktor Penyebab Banjir (2): Perubahan Lingkungan

Perubahan lingkungan? Tidak bisa kita pungkiri, dengan semakin meningkatnya populasi manusia telah menyebabkan semakin terdesaknya kondisi lingkungan. Saat ini yang paling hangat dibicarakan akibat dari perubahan lingkungan adalah terjadinya pemanasan global, selain itu kita juga telah merubah penggunaan lahan ~yang juga perubahan lingkungan~ yang berakibat pada berkurangnya tutupan lahan. Semakin lama jumlah vegetasi semakin berkurang, khususnya di daerah perkotaan. Berdasarkan penelitian Diarniti (2007) jumlah vegetasi di denpasar pada tahun 1994 adalah 45.31% dan pada tahun 2003 itu 17.86%, klo gitu dah berkurang 27,45% dari tahun 1994 sampai 2003, ini Denpasar lho… gimana Jakarta ya… :lol: :lol: :lol: Baca entri selengkapnya »

Joint Tabel di ArcView

Hal pertama yang di lakukan adalah yakinkanlah bahwa tabel yang akan di joint mempunyai judul kolom (field) yang sama dan tabel yang akan di join telah berbentuk *.dbf atau *.txt. seperti pada gambar di bawah judul kolom dari Kbbali.shp dengan judul dr file excel adalah sama yaitu “NM_DATI2″. file dr Excel tersebut harus di save as ke bentuk *.dbf. Baca entri selengkapnya »

Penginderaan Jauh

Sabins (1996) dalam Kerle, et al. (2004) menjelaskan bahwa penginderaan jauh adalah ilmu untuk memperoleh, mengolah dan menginterpretasi citra yang telah direkam yang berasal dari interaksi antara gelombang elektromagnetik dengan sutau objek. Sedangkan menurut Lillesand and Kiefer (1993), Penginderaan jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu objek, daerah atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek, daerah atau fenomena yang dikaji.

Data penginderaan jauh diperoleh dari suatu satelit, pesawat udara balon udara atau wahana lainnya. Data-data tersebut berasal rekaman sensor yang memiliki karakteristik berbeda-beda pada masing-masing tingkat ketinggian yang akhirnya menentukan perbedaan dari data penginderaan jauh yang di hasilkan (Richards and Jia, 2006). Baca entri selengkapnya »

Pertanian Berkelanjutan

Menurut FAO (1989) dalam Sutanto (2001) pertanian berkelanjutan merupakan pengelolaan dan konservasi sumber daya alam, dan orientasi perubahan teknologi dan kelembagaan yang dilakukan sedemikan rupa sehingga menjamin pemenuhan dan pemuasan kebutuhan manusia secara berkelanjutan bagi generasi sekarang dan mendatang dimana diharapkan dari pembangunan sektor pertanian, perikanan dan peternakan mampu mengkonservasi tanah, air, tanaman, sumber genetik hewan, tidak merusak lingkungan dan secara sosial dapat diterima.

Konsep sistem pertanian berkelanjutan diturunkan dari konsep dasar pembangunan berkelanjutan yaitu bagaimana cara memenuhi kebutuhan hidup manusia saat ini tanpa mengorbankan kemampuan memenuhi kebutuhan hidup generasi yang akan datang. Artinya, sebagai subsistem, pertanian berkelanjutan harus mampu memanfatkan sumber daya secara efisien dan berinteraksi secara sinergis dengan subsistem pembangunan berkelanjutan lainnya (Deplu, 2002 dalam Suwardji, 2004). Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ilmu Tanah. 1 Komentar »

Sistem Informasi Geografi Perikanan; Sebuah Wacana

Dunia kelautan merupakan dunia yang sangat dinamis, disini hampir semunya bergerak kecuali dasar lautan :D . Di wilayah yang merupakan bagian bumi terbesar ini, terdapat banyak sumber daya alam yang bisa menghasilkan pendapatan yang tinggi untuk suatu daerah atau pemerintahan, contohnya adalah sumber daya ikan. Indonesia merupakan suatu negara yang sangat luas dan memiliki sumber daya perikanan yang sangat besar juga. Dengan luas lautan sekitar 5,8 juta km2 dan panjang pantai kurang lebih 81.000 km, maka potensi pendapatan ekonomi dari bidang perikanan akan sangat besar sekali. Menurut Kusyanto (2001) potensi sumber daya perikanan di Indonesia adalah 6.1 juta ton per tahun dan baru termanfaatkan sekitar 57%. Kurangnya pemanfaatan teknologi dalam eksploitasi sumber daya ikan2 tersebut menyebabkan tidak optimumnya pemanfaatan sumber daya ikan yang ada. Pemanfaatan suatu teknologi seperti Sistem Informasi Geografis untuk perikanan di harapkan dapat mampu memberikan suatu gambaran dan suatu tampilan spasial tentang sumber-sumber atau spot-spot perikanan di wilayah indonesia yaitu dengan menggabungkan faktor-faktor lingkungan yang mendukung tempat hidup dan berkumpulnya berbagai jenis ikan tersebut sehingga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan hasil penangkapan ikan. Baca entri selengkapnya »

Program Magister (S2) Ilmu Lingkungan UNUD

Latar Belakang

Berkembangnya pembangunan disegala bidang, membuat terjadinya tekanan yang semakin besar terhadap lingkungan, diantaranya berupa eksploitasi sumberdaya alam yang berlebihan, berkurangnya lahan produktif serta terjadinya konflik antar sektor. semakin banyak tenaga ahli lingkungan yang berasal dari berbagai disiplin ilmu akan semakin baik agar dalam penanganan permasalahan lingkungan dapat ditangani secara komperhensif. dengan memperbesar manfaat dan memperkecil resiko, maka peningkatan kegiatan dan kelangsungan proses pembangunan akan dapat berlanjut (sustain)

Berdasarkan hal tersebut maka program magister (S2) ilmu lingkungan diselenggarakan untuk dapat menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan akademik dan mampu mengembangkan ilmu lingkungan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, pembangunan dan keharmonisan lingkungan hidup.

Konsentrasi

a. Lingkungan Pesisir

b. Biologi Kelautan dan Perikanan *

c. Oceanography dan Remote Sensing *

*Bekerjasama dengan Center of Remote Sensing and Oceanography Science (CReSOS)

Untuk Beasiswa, di PS Ilmu Lingkungan Tersedia: Baca entri selengkapnya »